Single Touring Yamaha All New R15 VVA dari Kota Malang ke Kota Subang (Part 1)

Hanya memiliki kesempatan kurang dari seminggu untuk mengenal sekedar merasakan impresi diatas salah satu motor sport terbaru dari Yamaha yakni All New R15 VVA, sugimasihada tak sia siakan kesempatan untuk sekedar mengenal sesaat (baca kencan singkat) full geber abis diatas aspal dan berbagai jenis tekstur jalan raya sepanjang Kota Malang hingga Kota Subang.

Yamaha All New R15 VVA

Kok yo pas, dalam kesempatan kali ini sugimasihada ada sebuah misi perjalanan dinas hingga Kota Subang, ndak pikir panjang wes sudah ada All New R15 VVA pasti siap dan nikmat dibawa kemanapun.

All New R15 VVA memang sudah diperkenalkan beberapa bulan yang lalu, namun demikian bolehlah sugimasihada sedikit sampaikan impresi ketika diatas All New R15 VVA.

Bagi beberapa orang, mungkin sudah hafal karakter mesin sport Yamaha, pasti ada ciri khas dan karakter yang selalu nempel di telinga lewat suara dengungan putaran mesinnya, power yang dimuntahkan pada kondisi putaran tertentu, serta karakter perpindahan daya hingga roda belakang.

Masih sama, seperti sport Yamaha sebelumnya, cuman ada sedikit perbedaan yang sangat kurang menonjol kehadiran fitur VVA yang mana membuat sugimasihada sedikit menyesuaikan (karena kebiasaan) atur puntiran grip gas agar tidak terjadi lose power.

Perpindahan power yang sangat lembut sekali disetiap reduksi transmisi membuat nyaman sekali untuk berliuk membelah kemacetan sepanjang jalur Kota Malang menuju Kota Surabaya.

The Red Yamaha All New R15 VVA

Riding position yang “jangan ditanya” kenapa sangat bikin cepat lelah diawal sebelum ketemu posisi riding yang pas dan terbiasa dengan posisi sport full fairing ibarat memposisikan diri laiknya seorang pembalap pasti akan hilang dengan sendirinya karena tubuh akan menyesuaikan dengan sendirinya terutama bagian dua sisi paha dalam, otot perut, dan lengan tangan bagian atas. (Asline yo kemeng lak ra kulino)

Nyaman bagi sugimasihada untuk ukuran sport full fairing 150cc dibanding tetangga yang sugimasihada pernah icip juga, bisa jadi dikarenakan suspensi dan bentuk rangka (frame) All New R15 VVA yang berubah total dibanding generasi sebelumnya, jadi lebik empuk untuk melibas lubang namun tidak berasa melayang saat digeber hingga lebih dari 120kpj.

Lumayan lah buat memberikan opsi pilihan bagi penikmat sport full fairing kelas 150cc dengan fitur sedikit berlebihan.

Yamaha All New R15 VVA Jadi Pusat Perhatian

Satu lagi yang paling sugimasihada sukai, desainnya itu lo, menjadikan pusat perhatian ditengah menempuh perjalanan, sempat membuat GR juga jadi lirikan gadis hingga emak emak yang ada ditepi jalan dan atau berkendara juga berasa kegantengan sugimasihada naik berkali lipat.

Overall cukup bisa merasakan impresi sepanjang jalan Kota Malang menuju Kota Surabaya tepat di daerah Pondok Candra.

Namanya naik sport dan lagi full fairing durasi dua jam itu sesuatu, ngopi bentar atur timing lagi, lanjutkan perjalanan menuju balik ke Bandara International Juanda, langsung parkir dan memasuki Gate untuk ikuti jadwal flight ke Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta Selatan untuk memenuhi agenda kerja.

(Bersambung)

Semoga bermanfaat,monggo yang ingin memaki dan sukahati sila isi komentarnya.

Iklan

Suzuki FA50, Mbah Buyut Skutik Suzuki

Suzuki FA50 di Malang

Iseng main ke salah satu Dealer Suzuki yang ada di perempatan Pasar Gadang ada yang sedikit membuat penasaran, selain lalu lalang calon penumpang yang sengaja menunggu angkotan kota dalam propinsi (AKDP) baik Bus dan atau Elf tanpa masuk ke Terminal Baru Hamid Rusdi ada species langka skutik Suzuki yang sengaja dipajang didalam showroom.

Suzuki FA50 Retro Banget

Adalah Suzuki FA50, tampilan yang sangat ringkas dan simple dikategorikan dalam lineup Skutik Suzuki memberi kesan tersendiri saat  berada di ruang pamer showroom.

Spedoometer Suzuki FA50

Kisaran tahun 1979, Suzuki memperkenalkan untuk pertama kalinya produk dengan fitur kemudahan mengendarai satu macam percepatan (matic) mesin 2tak 50cc karburator penggerak belt (cvt) memiliki top speed 40kpj dengan panel spedometer yang sangat ringkas sekali, sistem pengereman masih tromol dan lingkar velg roda 12 inci dibalut kode mesin FA50.

CVT Suzuki FA50

Cukup membuat kagum, ternyata ada juga mbah buyut skutik Suzuki yang masih hidup.

Tidak bisa berkata banyak, speachless jadinya, terharu juga dengan kualitas Skutik Suzuki ini.

Engine 2tak 49cc Suzuki FA50

Semoga bermanfaat, monggo yang ingin memaki dan sukahati sila datangi sendiri Dealer Suzuki di perempatan Pasar Gadang sebelum beralih tangan take over oleh PT SIS hingga akhir bulan Februari 2018 ini dijamin #masihada. 

Short Time with New Yamaha N Max 2018

Beberapa hari yang lalu sugimasihada mendapatkan kesempatan untuk kencan singkat a.k short time dengan skutik baru Yamaha N Max yang sudah mengalami minor change memasuki tahun 2018.

Yamaha N Max 155 bersama Ken Arok

Malam cerah dibeberapa bagian Kota Malang menambah syahdu malam pertama short time bersama Yamaha N Max 2018, berawal dari Jalan Raya Langsep sugimasihada memulai kencan menembus jalan protokol Kota Malang.

Tidak berbeda jauh dengan generasi sebelumnya, perubahan sedikit yang kasat mata terpampang di beberapa sektor Yamaha N Max 2018 dibanding  generasi sebelumnya.

Spedoometer Yamaha N Max

Spedometer Full Digital, Shockbreaker belakang dengan tabung gas, warna velg keemasan, dan beberapa siluet body mengalami sentuhan sedikit dengan dimensi Yamaha N Max yang nyaris susah dibedakan dengan generasi sebelumnya.

Tampilan spedometer demikian sangat jelas sekali membantu pengendara memahami informasi seputar kecepatan, putaran mesin, waktu, jarak tempuh (odometer), fuel indikator, serta konsumsi rata rata bahan bakar yang digunakan.

Menyusuri jalan protokol Kota Malang yang meninggalkan beberapa genangan dan lubang karena tergerus selepas hujan, cukup terbantu dengan kehadiran shockbreaker dengan tabung mengurangi gejala getar dibagian belakang, sedikit semakin empuk dibanding generasi sebelumnya.

Shockbreaker Tabung Yamaha N Max

Namun demikian faktor kenyamanan pada bagaian jok yang bersinggungan  dengan pantat pengendara tidak bisa mengalahkan Yamaha Aerox 155 yang sugimasihada pernah juga review di tulisan sebelumnya, entah kenapa demikian adanya.

Pun demikian dengan konsumsi bahan bakar yang tercatat di rekam spedoometer, nampak lebih boros setelah sugimasihada menelusuri jalan protokol Kota Malang tanpa bertemu dengan kemacetan.

40,8 Km/ltr Konsumsi Bahan Bakar Yamaha N Max

Kencan singkat yang sangat cukup memberikan informasi bagi sugimasihada dan memenuhi rasa penasaran apa yang dilakukan Yamaha sebagai bentuk perbaikan menerima berbagai macam feed back dari eksisting customer penyengklak Yamaha N Max generasi lama yang banyak menyampaikan keluh kesahnya.

Semoga bermanfaat, monggo yang ingin memaki dan sukahati sila isi komentarnya.

Seharusnya Fitur Shockbreaker dengan Sub Tank yang diutamakan ke semua type Motor Yamaha, bukannya Lampu Hazard

Sangat berbeda jauh kenyamanan berkendara yang sugimasihada rasakan disaat beberapa hari yang lalu berteman dengan Aerox 150 R dan All New X Ride 125.

All New X Ride 125

Yang mana dikesempatan sebelumnya pernah mencicipi type Aerox 150 versi termurah tanpa ada shockbreaker dengan sub tank (tabung gas) dan X Ride jaman old.

Penerapan shockbreaker dengan sub tank, sangat berpengaruh sekali kepada aspek kenyamanan berkendara yang mana akhir akhir ini banyak sekali bermunculan lubang dijalan karena tergerus air hujan.

Aerox 150, Rear Shockbreaker Tanpa Sub Tank

Yup, terlepas dari beberapa fitur yang ditawarkan oleh Yamaha salah satunya keberadaan Lampu Hazard yang menjadi buah bibir dikalangan pengguna jalan dirasa lebih banyak mubazir dan bisa disalah arti serta disalah gunakan oleh pengendara dimari.

Kehadiran lampu hazard untuk keadaan darurat sangat perlu, namun demikian bagi sugimasihada yang mana lebih banyak dijalan dan menikmati kebiasaan rider dimari yang cenderung gampang terprofokasi dan memiliki egoisme terlalu tinggi sangat memberi peluang bagi yang ingin menggunakan lampu hazard untuk menyalahgunakan fungsinya.

Rear Shockbreaker with Sub Tank

Oleh karena itu, sedikit saja masukan / opini dari sugimasihada seperti judul diatas, karena bagi sugimasihada yang notabene memiliki lemak dibagian pantat sangat sedikit dan sering turun kejalan menggunakan sepeda motor sangat membutuhkan sekali kenyamanan saat riding, apalagi semakin kesini jalan semakin padat dan kurang bersahabat terutama untuk line up produk low segment .

Lampu Hazard pada Mio S

Karena jaman old dulu motor yamaha terkenal akan kenyamannnya, dan menjadi pertimbangan tersendiri bagi pengambil keputusan.

Monggo yang ingin memaki dan sukahati sila isi komentarnya.

Ternyata Yamaha Aerox 155 R Semakin Kencang, Semakin Irit

Datangnya kesempatan keduakali sangat jarang terjadi, tapi tidak bagi sugimasihada dalam hal ini kesempatan berada diatas Yamaha Aerox 155 R.

Yamaha Aerox 155 type S, Kesempatan Pertama

Ibarat pepatah, pucuk dicinta ulampun tiba. Datang kesempatan kedua kali untuk mengeksplore lebih jagoan Yamaha di kelas skutik yang bisa dikatakan masih baru diperkenalkan tahun lalu.

Kehadiran Yamaha Aerox 155 memang masih jarang bersliweran diaspal jalan protokol Kota Malang, namun demikian setidaknya kehadiran Yamaha Aerox 155 sedikit memperkeruh dan meramaikan market skutik gede dimari.

Yamaha Aerox 155 type R, Kesempatan Kedua

Meski ada kakak yang melenggang menikmati kejayaan diatas market skutik gede dengan batasan kapasitas mesin 150cc yakni Yamaha N Max, namun demikian kehadiran Yamaha Aerox 155 tidak bisa dipungkiri sedikit mempengaruhi dan memberikan opsi tersendiri bagi pencinta kecepatan dan desain yang lebih sporty.

Sama halnya dengan sugimasihada, yang pertama dulu sempat tertarik dengan desain body yang sangat sporty dan tawaran berbagai macam fitur Yamaha Aerox 155.

Salah satu fitur yang mungkin akan menjadi wajib dimiliki bagi skutik gede Yamaha adalah kehadiran shock absober (peredam kejut) roda belakang dengan tabung gas.

Perbedaan kenyamanan yang sangat mencolok sekali, kehadiran shock absober dengan tabung gas sangat berpengaruh sekali dalam meredam teksture jalan raya dimari yang bergelombang penuh dengan lubang dan gundukan karena meleleh dan tergerus air hujan.

Seperti yang sugimasihada rasakan saat mengendarai Yamaha Aerox 155 type R dengan shock absober tabung gas, eces dan tidak membuat punggung cepat capek, pantat tidak linu, melibas teksture aspal sepanjang jalan Kota Malang menuju Kota Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Selain itu, ada satu hal yang sangat membuat terkejut bagi sugimasihada adalah konsumsi bahan bakar yang tercatat di panel speedometer digital Yamaha Aerox 155 R menunjukkan nilai yang sangat ekonomis sekali bagi ukuran skutik gede dengan kapasitas kubikasi mesin 150cc.

Konsumsi Bahan Bakar Yamaha Aerox 155 R

Padahal sugimasihada sadari selama perjalan kecepatan berada selalu diatas 90kpj, bahkan sempat menyentuh angka 115kpj dengan kondisi jalan raya lenggah dari Purwosari menuju Pandaan on speedometer.

Sesekali melirik speedometer saat berada diatas 90kpj ada sebuah indikator menyala memberikan informasi kepada sugimasihada VVA telah bekerja sebagaimana sesuai dengan fungsinya.

Kesempatan kedua kali ini memberikan cerita tersendiri bagi sugimasihada, sangat layak dan pantas sekali menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan untuk meminang Yamaha Aerox 155 type R dengan shock absorber tabung gas, selain memberikan kenyamanan lebih dan tidak khawatir boros saat digeber karena konsumsi bahan bakar yang semakin ekonomis saat berada dikecepatan tinggi.

Semoga bermanfaat, monggo yang ingin memaki dan sukahati sila isi komentarnya.

6 Tahun JATIMOTOBLOG.NET Semakin Memanas

Desember adalah bulan teristimewa bagi komunitas blogger yang ada di bagian timur pulau Jawa yakni Jatimotoblog.net, karena didalamnya tercatat sejarah rumit terbentuknya komunitas dari sekumpumpulan blogger yang mayoritas berperhatian kepada perkembangan otomotif, kuliner, photografi dan wisata baik lokal maupun nasional yang berdomisili di Jawa Timur.

Member Jatimotoblog.net diatas Yamaha Aerox 155 R

Tepat 23 – 24 Desember 2017 akhir pekan kemarin, rentetan acara diadakan untuk mengenang kembali hari lahir atau hari jadi komunitas blogger Jatimotoblog.net di Kota Sidoarjo dalam sebuah kemasan acara bertajuk HBD Six Asik Jatimotoblog.net.

Tidak berfikir panjang, sugimasihada turut serta menghadiri HBD Six Asik Jatimotoblog.net tepat pukul 10:00 Wib lepas dari Kota Malang menuju Kota Sidoarjo mengingat sugimasihada juga mendapatkan tanggung jawab untuk mempersiapkan Kue Tart yang nantinya dipergunakan di puncak acara tasyakuran Sabtu 23 Desember 2017 pukul 19:00 Wib.

Tasyakuran HBD Six Asik Jatimotoblog.net

Satu persatu member Jatimotoblog.net mendatangi lokasi (tikum) yang mana telah disepakati adalah homebase otobalancing.net yang berada di Perum Griyo Pabean 2 Desa Sedati Kabupaten Sidoarjo.

Hingga saat puncak acara tasyakuran dimulai dipimpin oleh Kang Ndas (masih KHS) satu persatu member masih berdatangan, langsung turut serta memanaskan acara, bersinggungan, saling berpelukan, saling bergesekan asumsi secara langsung tanpa ada perantara.


Semakin malam semakin memanas hingga tiba tamu penting dari ATPM yakni PT MPM (Honda) serta PT SMG (Suzuki) yang cukup membuat dingin suasana dengan beberapa suport yang sengaja dipersiapkan untuk member Jatimotoblog.net sebagai bentuk turut serta memperingati hari jadi Jatimotoblog.net.

Perwakilan PT MPM menyerahkan doorprize

Perwakilan PT SMG menerima Kue Tart

Pungkas acara hingga makan malam tiba, sugimasihada tidak turut serta melanjutkan kemeriahan HBD Six Asik Jatimotoblog.net hingga Minggu 24 Desember 2017 karena ada beberapa agenda keluarga yang tidak kalah pentingnya.

ATPM bersama member Jatimotoblog.net (jangan perhatikan jarinya)

Cukup memantau dari grup Jatimotoblog.net, ada beberapa moment penting didalam agenda HBD Six Asik Jatimotoblog.net yang mana tongkat kepemimpinan (Ndase Jatimotoblog.net) secara resmi dan sah berpindah ke owner otobalancing.net (yang sering dan akrab sugimasihada panggil pak priyo) selain pembagian doorprise dan souvenir dari ATPM.

Saaah, pemindahan tongkat Ndase Jatimotoblog.net

Selamat bertugas Pak Priyo (otobalancing.net) semoga Jatimotoblog.net semakin memanas dalam berkreasi dan berkreatifitas, sekaligus bisa menjadi rumah kedua bagi blogger di Jawa Timur yang semakin solid dan mengedepankan tali silaturahmi.

Terimakasih Honda, Terimakasih Suzuki

Akhirnya, monggo yang ingin memaki dan sukahati sila isi komentarnya.

Onde onde Bulak Banteng Surabaya

Membuat penasaran saat melintas di kawasan pemukiman Bulak Banteng sebelah barat kawasan Wisata dan Pasar Ikan Pantai Ria Kenjeran ada aroma nikmat tercium oleh hidung.

Tepat berada di ruas jalan paving Bulak Banteng IV nampak seorang ibu sedang memindahkan puluhan jajanan yang menjadi favorit sugimasihada yakni Onde Onde.


Tak menunggu lama langsung interogasi dan mendapatkan jawaban onde onde akan dikirim dan dijajakan di kawasan pasar untuk memenuhi permintaan pelanggan penikmat jajanan tradisional.

makin dalam informasi, sugimasihada dapatkan lokasi produksi onde onde yang tidak jauh dari sang ibu mengemas.

Adalah Abah Zaenal, pemilik rumah produksi Onde Onde yang dibantu oleh tetangga dan sanak saudaranya untuk mempersiapkan setiap hari lebih dari 5000 Onde Onde tidak termasuk pesanan.

Tampilan onde onde yang diatas ukuran standart dimana sugimasihada sering temui, membuat asumsi bahwasannya akan dijual dengan harga diatas rata rata. Namun demikian sekejap terbantahkan dan membuat sugimasihada sejenak terkejut dengan harga jual tertinggi berada di angka Rp. 2.000,-  ( dua ribu rupiah ) saja.

Masih ada saja ini kue tradisional yang dibandrol dengan harga dua ribuan di Kota Surabaya. Decak kagum dan permainan pola pikir dikepala sugimasihada acap kali sulit menerima dan berulang berkata “kok bisaaaa ….??????”

Kepalang basah menyelam sekalian menyaksikan proses pembuatan sekaligus mencoba citarasa Onde Onde Bulak Banteng.

Tidak jauh dari beberapa merk Onde Onde ternama yg sudah menjadi oleh oleh khas beberapa kota di Jawa Timur, kualitas rasa yang ditawarkan tidak serta merta berkurang dikarenakan harga jual yang terlalu rendah.

Lembut isian kacang hijau didalam, kulit yang renyah dibalut wijen, tebal dan sangat proporsional menjadikan kenyang meski hanya sebiji onde onde.

Patut ini dijadikan jujukan bagi penikmat onde onde, dengan harga sangat ekonomis citarasa bisa disejajarkan dengan yang lain.

Jadi, nunggu apalagi hayuuk ke Bulak Banteng IV, kalo bingung boleh deh ajak sugimasihada sebagai guide, supaya tidak terjebak ditengah pemukiman.

Semoga bermanfaat, monggo yang ingin memaki dan sukahati sila isi komentarnya.

Like Fanpage FB Sugimasihada

Follow Tweet / Line / IG @sugimasihada