Legenda Es Santan 68

Semakin terik dan panas Kota Malang seiring kembalinya para pendatang baik pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang mencari nafkah dimari membuat kembali padat jalan protokol Kota Malang di saat memasuki waktu makan siang.

Semakin padat jalan, tidak menyurutkan kemauan dan semangat bagi seorang bakul seperti sugimasihada untuk menjajakan dagangan dari satu tempat ke tempat lainnya.

image
Lokasi Es Santan 68 (by google maps view)

Hanya satu yang sering mengganggu yakni keringnya tenggorokan, ah sudahlah, hindari mengeluh langsung fokus untuk mengingat tempat minum sekedar melepas gerah dan membasahi tenggorokan berbarengan masuk waktu makan siang.

Langsung terpikir sebuah tempat berteduh ditengah Kota malang yang sedikit tersembunyi namun banyak pengunjungnya.

image
Es Santan 68

Adalah Es Santan 68, yang berada di Jl Sempu Kota Malang mendadak terpikirkan seiring memasuki waktu makan siang selalu dipadati pengunjung dari manapun sekedar menghilangkan rasa dahaga.

Citarasa Es Santan 68 yang dari dulu (6thn yang lalu pertama kali sugimasihada mampir) hingga sekarang tidak ada perubahan, gurih santan dan manis aroma frambosen menjadi ciri khas yang sulit didapatkan di tempat lain.

Dengan tambahan tape ketan hitam dan agar agar dawet serta seiris roti yang sudah dioles dengan gula aroma frambosen memang membuat kesegaran tersendiri di tengah terik sekedar melepas gerah.

image
Masih dengan Bapak yang sama penjual Es Santan 68

Membuatnya halal pun tidak membuat isi dompet menangis, sangat merakyat sekali karena selembar uang limaribuan masih mendapatkan kembalian untuk seporsi Es Santan 68 yang tidak buka cabang dimanapun.

Patut masuk legenda kuliner khas Kota Malang, sudah lama dan tidak berubah citarasanya sangat disayangkan jika berada di Kota Malang tidak menikmati Es Santan 68.

Mampir yuuk, semoga bermanfaat, monggo yang ingin memaki dan sukahati sila isi komentarnya.

Iklan

21 tanggapan untuk “Legenda Es Santan 68

  1. yang selalu jadi kenangan adalah Es Talun, dulu sekitar tahun 80-an sering diajak bapak kesini, masih ada kang?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s