(Surat Terbuka) Untuk Ibu Tri Rismaharani Selaku Walikota Surabaya Dari #Aremania

image

Masih berduka, meski pertandingan semalam Arema Cronus mengalahkan Surabaya United dengan tiga gol terbalas satu setidaknya masihada simpul duka yang terukir di raut wajah Aremania yang melakukan perjalanan balik ke Kota Malang.

Hingga tertulis surat terbuka dari salah satu Aremania melalui Media Sosial tertuju kepada Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharani, berikut isinya :

Kepada Yth. Ibu kami, Nyonya Tri Rismaharini.

Ibu, saat ini kami warga Malang Raya sedang menguraikan air mata kami.
Bagaimana tidak?
Hati kami seperti tersayat pisau yang sangat tajam dikarenakan 2 saudara yang kami sayangi pergi meninggalkan kami pada tanggal 19/12/2015 dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
Berawal dari sebuah hiburan yang kami harapkan bisa menjadi tawa dan penghilang penat yaitu menjadi suporter laga persepakbolaan tanah air.
Kami dengan nama Aremania dan anak-anak anda dengan nama besar Bonekmania.
Perselisihan demi perselisihan pun terjadi hingga menjadi tragedi pertarungan antar suporter.
Ibundaku tercinta, hari ini kami merasa lelah untuk selalu berselisih dengan anak-anakmu.
Pada laga besar Piala Jenderal Sudirman, kita di pertemukan dalam sebuah pertandingan dimana kami Aremania harus berangkat untuk mendukung tim kesayangan kami Arema Cronus serta Bonekmania pun harus melangkah demi mendukung tim kebanggaan mereka.
Kami para Aremania yang mulai lelah dengan ini semua mulai mengangkat tangan kami untuk menjahit kain selembar demi selembar selama beberapa bulan untuk membuat bendera indonesia terbesar sedunia yang kami harap bisa menjadi suatu media untuk pemersatu suporter se-Indonesia.
Dan akan kami kibarkan ketika bertatap muka bersama anak-anak anda Bonekmania.
Kami berharap niat tulus kami sampai pada hati anak-anak anda.
Tapi apalah daya, semua terjadi begitu saja.
Tak sesuai yang kita harapkan. Karena pada hari ini tanggal 19/12/2015 (kemarin) saudara kami yang berangkat untuk menyampaikan niat baik kami telah ada yang gugur.
Pada perjalanan menuju lokasi para
Bonekmania memberikan hadiah tinju, tongkat besi dan Batu-batuan untuk saudara kami.
Satu bis saudara kami mendapat hadiah dari anak-anak anda yang sebanyak 4 truk terbuka.
Miris dan sakit hati kami yang tak mampu berbuat apa-apa.
Ketika beberapa saudara kami ada yang berhenti untuk makan dan menunaikan shalat shubuh di tarik dari sebuah bis dan di hujani
pukulan, hingga salah satunya MATI
mengenaskan.
Dan saudara kami di tempat lain pun yang membawa mobil 1 di temukan MATI ditangan anak-anak anda.
Jika sudah begini, bila ada saudara kami yang lain marah apakah salah? atau siapa yang perlu dipersalahkan?
Ibu, Ibu, Ibu, Kau ibuku hati saya teramat sakit pada siapa saya harus mengadu? Kalau tidak
padamu ibu.
Tapi dalam sakitnya hati ini terselip satu pertanyaan saja padamu.
Dulu saat taman kota mu di injak-injak oleh anakmu sehingga bunga-bunga kesayangan mu MATI kau teramat murka.
Saat ini anak-anakmu telah menginjak-injak kepala saudara-saudara ku hingga mereka MATI, KEMANA murkamu?
Apakah bunga-bungamu lebih berharga dari mereka para saudaraku?

Demikianlah surat ini saya buat untukmu ibu. Dan terimakasih atas seluruh perhatianmu.

Dari anakmu juga di Malang raya.
Salam Aremania Sasaji.

MEMPETISI KE
Walikota Surabaya Dr.(H.C.) Ir. Tri Rismaharini
NYAWA SAUDARAKU LEBIH MAHAL DARIPADA PREDIKAT SUPORTER TERBAIK!!!

image

Monggo yang ingin memaki dan sukahati sila isi komentarnya.

contact me:

Follow @sugimasihada
Like FB Sugi Masih Ada
Email sugimasihada@ymail.com

Iklan

7 tanggapan untuk “(Surat Terbuka) Untuk Ibu Tri Rismaharani Selaku Walikota Surabaya Dari #Aremania

  1. kalau aremania tidak dewasa jadi apa sebutan yg pantas pada suporter biadab yang menewaskan suporter lain tnpa sebab, apa bisa disebut bijaksana ,dewasa apapun itu !! jika kami blum dewasa knpa kami harus diam disaat nyawa saudara kami melayang ? knpa kami tdak mlakukan sweeping plat L di malang raya ? seberapa dewasa kalian hingga bisa bilang aremania tidak dewasa ? ‪#‎aremaberduka‬

    Suka

    1. salah apa plat L itu? cobalah belajar menjadi dewasa.. apakah anak malang tsb satu2nya supporter yang meninggal? sebelumnya belum ada? aremania belum pernah jadi pelaku? coba browsing deh.. bicara fakta sejarah.. dan bagaimana para supporter2 itu mensikapi.. apakah ada supporter lain melampiaskan pada yang tidak berdosa?

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s