#prostitusionline, Ketika “Pembeli” #masihada, Tak Akan Menyurutkan Kemauan “Penjual” Untuk Menggelar “Dagangan”nya

Sebenarnya sudah marak sejak beberapa tahun yang lalu berbarengan dengan meledaknya pengguna media sosial diiringi pertumbuhan penjualan gadget cerdas yang makin melambung tinggi dimari.

image

Ketika calon “Pembeli” mendapatkan cara mudah untuk mendapatkan “Hal” yang diinginkannya sesuai dengan harapan atau bahkan jauh diatas harapan hanya dengan mengikuti dan memantau media sosial melalui gadget yang dimilikinya.

image

Disanalah para “Penjual” melihat peluang yang sangat menggiurkan untuk memenuhi “Kebutuhan” calon konsumennya baik sebuah produk atau jasa yang dimilikinya.

image

Marak dan santernya pemberitaan di segala media baik elektronik dan cetak, tentang pemenuhan kebutuhan akan penyaluran hasrat dan nafsu yang di perjual belikan secara online memberikan babak baru trend pertumbuhan transaksi online hanya melalui sebuah klik di media sosial untuk mendapatkan yang diinginkannya.

image

Pertumbuhan “Penjual” baik secara langsung atau melalui perantara tak lain dikarenakan banyaknya “Kebutuhan” calon “Pembeli” yang dengan mudah mengakses jaringan hanya melalui sebuah gadget cerdas yang hingga saat ini hampir dimiliki seluruh penduduk dimari karena alasan kebutuhan untuk selalu tersambung satu sama lainnya.

image

Sebuah keadaan yang sangat miris sekali jika mengetahui sangat dalam dunia “Hitam” pemenuhan “Kebutuhan” sesuai selera dan harapan dari sang “Pembeli”.

image

Apakah salah bagi “Penjual” ?
Ataukah harus dikembalikan kepada si “Pembeli” ?

image

Sebuah pertanyaan yang sulit sekali di jabarkan jawabannya dengan penuh pertanggung jawaban kedepannya ibarat telur dan ayam lebih dulu yang mana.

image

Kembali lagi, kenapa seorang “Penjual” menyediakan sesuai kebutuhan “Pembeli” ?

Pun sebaliknya kenapa ketika “Pembeli” mengiinkan dan pasti ada “Penjual”nya ?

Jadi bingung sendiri kan?

Hanya ngajak berpikir saja dari permukaan, monggo share fokus seputaran “Penjual” dan “Pembeli” di kolom komentar dan kenapa hampir selalu “Penjual” yang dijadikan sasaran tempat kesalahan ?

Semoga bermanfaat, monggo yang ingin memaki dan suka hati sila isi komentarnya…

contact me:

Follow @sugimasihada
Like FB Sugi Masih Ada
Email sugimasihada@ymail.com

Iklan

14 tanggapan untuk “#prostitusionline, Ketika “Pembeli” #masihada, Tak Akan Menyurutkan Kemauan “Penjual” Untuk Menggelar “Dagangan”nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s