Dikota ini tidak membedakan Pejalan Kaki #trotoarian dan pengendara

image

Monggo datang aja langsung untuk membuktikannya.
Sugimasihada mengalami hal ini ketika terlibat dalam sebuah perjalanan menuju Stasiun Tawang (Semarang).
Sempat terkejut, tapi apalah boleh dikata karena hal ini adalah sebuah hasil pemikiran untuk menyelesaikan kejadian rutin karena air yang sering terjadi disini.
Sebuah solusi peresapan disela-sela batu paving yang tertata rapi di hampir seluruh jalan yang berada di kawasan Kota Tua Semarang. (Info tukang Becak)

image

Sempat bingung sebagai Pejalan Kaki, karena tidak ada pembeda antara jalan khusus Kaki dan Roda.

image

Iri dan sakit hati siih sebagai Pejalan Kaki, tapi akan segera hilang ketika setiap langkah yang dilalui memanjakan mata dengan bangunan-bangunan elok karya abadi masa lalu Kota Semarang.
Dan sangat rugi sekali jika melintasi paving sepanjang jalan Kota Tua Semarang diatas Roda.
Monggo yang ingin memaki dan sukahati, sila isi komentarnya.

Posted from sugimasihada.com WordPress for Android

Follow @sugimasihada
Like Fan Page Sugi Masih Ada
Email sugimasihada@ymail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s