Suzuki Hayate ke Bromo lewat jalur Tumpang

SUZUKI HAYATE di BROMO
SUZUKI HAYATE di BROMO

wah, jadi bener-bener kepengen lagi ke Bromo gara-gara salah satu temen yang sudah seperti saudara sendiri bagi sugimasihada iming-iming pose Suzuki Hayate lagi narsis abis dengan backround Gunung Batok yang berada persis di sebelah Gunung Bromo.

langsung aja sugimasihada ndak banyak berbicara biar mas Tiok (panggilan akrabnya) yang menuturkan sendiri seluruh perjalanannya bersama Suzuki Hayate ke Gunung Bromo yang berada didalam salah satu agenda bisninya.

“aku berangkat dari rumah (Bululawang) jam setengah dua lewat rute Tumpang, Ngadas ke Bromo boncengan dengan istri.

trek Tumpang sampai Coban Pelangi apik (Bagus, Halus) jalannya

setelah Coban Pelangi mulai agak bergoyang dan mulai naik, jalan cor semen sampai pertigaan Ranu Pane dan Bromo.

masuk ke jalan menuju Bromo agak sedikit rusak, namun tetap oke dan tetap semangat bvenar-benar menikmati perjalanan.

sejak dari pertigaan Ranu Pane dan Bromo tadi sudah di sambut pemandangan Bukit Savana yang begitu apik masbrow.

benar-benar karya Tuhan , aku mbrebes mili crito ikiy apik soale (karena bagus/indah sekali mataku berkaca-kaca menceritakan hal ini)

sampai di titik pasir sekitar 3-4 kiloan jalan masih enak dan bisa diajak kompromi kok brow.

terobati dengan pemandangan karya Tuhan yang Luar Biasa bro, bikin ndak bosen tuk berhenti dan foto-foto.

setelah melewati Bukit Savana masuk ke Lautan Pasir bro alias Pasir Berbisik.

Jalan asik sedikit-sedikit mbleyot (oleng)

keren banget, perpaduan area yang adem (dingin) nan hijau di sambung Padang Pasir yang luas seakan mau tak peluk andai bisa.

akhirnya nyampek di Gunung Bromo dan Gunung Batok setengah empatan bro.

telponlah temen daku temen yang sudah menanti di perkampungan Gunung Bromo di Wonokerto

mas Tiok (Kiri) dan temannya
mas Tiok (Kiri) dan temannya

Dirumah dia Dingin, Asri, Sejuk, dan Tenang

Howone malesan ae, wegah muleh (suasananya malas bikin ndak mau Pulang) akhirnya menginap di homestay

bensin berangkat full nyampek homestay tinggal separo.

hari berikutnya, sebelum pulang aku mampir ke kawah Gunung Bromo dulu, naik kuda dan menempuh 250 anak tangga menuju puncak Kawah Gunung Bromo.

Lelah, cukup panas namun adem udaranya.

setelah itu langsung pulang lewat rute yang tembus ke Nongkojajar bro, namun mampir dulu ke Penajakan, ada Penanjakan 1 dan Penanjakan 2

nah, sebelum masuk jalan cor lagi menuju Penajakan itulah si Hayate berpose dulu dengan background Gunung Batok dan Badai Pasir.

sebenare Hayate kuat menaiki rute penanjakan, namun karena sedikit salah perhitungan akhirnya yang di bonceng naik ojek, hehehehehehehehe

ojek duapuluhlimaribu ke tempat yang rata.

lanjut ke Penanjakan, yang paling deket adalan Penanjakan 2, itu sudah dipertigaan arah Penanjakan, dan Wonokitri, Nongkojajar dan selanjutnya sudah hampir Penanjakan 1 ternyata berkabut bro, akhirnya balik kucing dan pulang lewat Tosari, Nongkojajar…”

wah, jiaaan iming-iming tenan membaca segelintir kisah mas Tiok kiy…lek mrono maneh ajakken yo mas Tiok… :mrgreen:

sugimasihada salut angkat jempol dua akhirnya mimpi mas Tiok untuk menuju Gunung Bromo dengan Suzuki Hayate telah jadi nyata.

yang mau kenalan sama Mas Tiok bisa lewat FB tiyok listyo (klik ini)

semoga bermanfaat, monggo yang ingin memaki dan suka hati sila isi komentarnya…

Iklan

24 tanggapan untuk “Suzuki Hayate ke Bromo lewat jalur Tumpang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s