Inginmu…

kadang terpikirkan kenapa seeeh sebuah produk ndak bisa diterima oleh pasar….kok ndak laku ya?…padahal menurut analisa produk yang saya tawarkan tuh secara logika sangat istimewa…sangat bagus…he he…itu seh menurut saya sendiri sebagai pembuat…analisa lagi apakah udah dikenalin?…udah kok….apakah udah dicoba ma calon konsumen?…udah juga…kenapa ya?…kenapa?…susah banget cari jawaban ini…karena saya memposisikan diri sebagai pembuat…he he…pasti ndak akan ketemu jawabannya…coba mencari jawadan dari data data yang udah terekam selama setahun, dua tahun,bahkan tiga tahun kebelakang….hhhmmmm…sebenarnya pertama kali diperkenalkan lumayan bisa diterima…lah sekarang kok udah mulai turun ya penggemarnya?…mikir lagi…cari buku…ada yang mengatakan masa turn over sebuah produk ndak lebih dari 3 tahun…tahun pertama perkenalan…tahun kedua laris2nya…tahun berikutnya udah mulai penurunan…..hhhmmmm…sebenarnya ada ya buku yang melajari hal2 seperti ini…waaah aku kurang baca neeeh…he he…coba deh sekarang keluarin produk baru lagi yang menurut aku sangat istimewa laah dibanding produk yang lain dengan fungsi yang sama…setelah setahun berjalan kok tetep2 aja yang beli…ndak ada penambahan yang  signifikan…cuman segitu gitu aja…padahal menurut data pasar untuk produk ini dengan fungsi yang sama seharusnya bisa gede bangeet manfaatnya….waaaah….mikir lagi jadinya…jadi inget pesan bapakku…yang menilai kamu bukan diri kamu sendiri…yang menilai tuh orang lain…kalo kamu yakin diri kamu baik dimata orang lain…coba tanyakan ke orang lain apakah itu bener atau ndak?….waaaaah…ada benernya juga neeh…percuma dung aku jadi orang yang menurut aku baik…tapi belum tentu baik bagi orang lain…kalo dipikir pikir seh ada benarnya juga…aku menjual produk aku yang menurut aku sendiri sangan istimewa…tapi itu kan penilaianku sendiri…lah menurut orang lain gimana?…weeeeh…jadi bertanya2 gimana ya caranya…biar tahu kalo orang yang mau beli produkku ndak menyesal dikemudian hari setelah meminang dan dibawa pulang?…jadi deeh aku seorang yang harus melepaskan semua atribut produk yang menempel dipundakku…jadi konsumen dulu aaah…mikir dan mengamati produk yang aku bikin sendiri…hhhmmm…dicoba sendiri…hilangkan pikiran memiliki produk sendiri….hilangkan pikiran bahwa ini buatanku…susah seeeh…tapi mo gimana lagi…sebelum nanya orang lain harus tau dulu dunk ntar kira2 apa ya yang ditanyain ma orang tentang produkku ini…cateeet….setiap pikiran dan pendapat negatif tenang produk yang aku buat sendiri dan direkaaam…hhhmmm…ini kok gini….hhhmmm….ini kok gitu seh?….hhhmmmm….tanpa membandingkan dengan produk lain yang fungsinya sama…weeeh…jadi sadar diri belum dibandingin ja udah banyak negatifnya palagi kalo udah dibandingin…weeeeh….jadi minder sendiri kalo mengakui ini produk buatan sendiri…ha ha…setelah terekan…saatnya turun kejalan…tanya ngalor ngidul…pertama nanyain produk yang udah dimiliki…pak/bu punya ini?…pak/bu gimana makeknya?…pak/bu enak ya?…pak/bu makin sip ja kalo make produk yang bapak/ibu pake….biasalaaah nyari hati dulu sebelum nyari rempelo…he he…ngelem ngelem dulu produk yang udah dipake ma beliau…he he…next step…kalo udah lancar…ndak kagok lagi…mulai deeeh nguras informasi tentang produk yang dipake…mulai dari yang disukai sampai yang ndak disukai ma produk yang dipake sendiri….cateeet….semuanya terekam…weeeeh….makin banyak data yang terkumpul…ternyata susah ya…setiap orang punya pendapat sendiri sendiri…maklum laaah bhineka tunggal ika…setelah dikumpulin dibikin dan ditarik menjadi sebuah kurva…hhhmmmm….jadi ini toh yang diinginkaaan…sebuah kurva pasti ada yang menonjol…laaaaah disitulah aku harus menempatkan produk yang akan aku buat niih….eeeeit….ada yang kurang neh…ada faktor x yang tidak bisa diduga apakah orangnya bener2 jujur atau emang cuman ngomong ja tanpa melibatkan pikiran ma hatinya…jiaaaah…kalikan deeeh dengan faktor x…rasio kegagalan…jadinya makin turun kurva yang menonjol…tapi boleeh laah dijadikan acuan untuk ngeluarin produk…he he…baru sadar setelah melihat data…ternyata kebiasan konsumen tuh seperti ini ya…jaman makin canggih…makin mudah mengakses informasi…makin mudah menerima informasi…weeeeh…jadi tantangan besar neh kalo ngeluarin produk sendiri…he he…ahirnya mau ndak mau harus merubah produk yang tak keluarin…produk harus sesuai keinginan konsumen…yakin deeeh…kalo sesuai keinginan dan harapan mayoritas konsumen, pasti bisa diterima…klo konsumen udah seneng ma produk bikinanku…pasti dia akan bercerita ma orang lain…pasti pengalaman seneng yang diceritakan…waaaah…ternyata tidak mudah bikin sebuah produk akan diterima ma konsumen…setidaknya aku harus juga memposisikan diri aku sebagai konsumen juga…biar tau apa seeeh yang diinginkan dengan produk aku….he he…padahal aku cuman mo produksi makanan kecil aja kiy….alias cemilan…semoga lariiis maniiis….he he

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s