"Kul Tuk"…Butuh Nyali…

tak pernah berhenti mengagumi Kota Malang….tak akan pernah berhenti membanggakan Kota Malang….masih ingat masa kecikku ketika bermain “Kul Tuk” (petak umpet)….sangat banyak sekali medan untuk sembunyi di balik rambatan(tanaman liar yang tingginya tak lebih dari 1mtr)…sebelum Universitas Negeri Malang menjelma disitu ada namanya IKIP Malang…gedung cuman seberapa tapi udah terkenal mencetak lulusan terbaik untuk menjadi seorang pahlawan tanpa tanda jasa nantinya…di IKIP masih banyak lahan yang belum tersentuh…banyak sekali akses untuk melewatinya….sehingga tak jarang penghuni kampung sebelah memanfaatkannya…sekedar jalan jalan atau bermain kapanpun waktunya….seperti aku dan temen temen aku dulu…sering dan hampir setiap hari selalu bermain di lahan yang belum terjamah oleh IKIP Malang…ada permainan yang sangat menjadi favorit di kampung kami setelah permainan layang layang yah inilah permainan “Kul Tuk”…permainan ini sangat simpel….terdiri dari 2 kelompok masing masing kelompok terdiri dari 4 sampai 5 anak…2 tim terbagi menjadi tim sembunyi dan tim pencari…selepas Isya gelap menyelimuti medan persembunyian…yakni medan yang belum tersentuh dan terawat…konon pada saat itu penerangan sangat terbatas…setelah disepakati dengan “suit” telah ditemukan tim yang sembunyi…tim sembunyi lepas menjelajah medan mencari tempat persembunyian…parameter tidak melebihi yang disepakati…pada saat itu kita telah tentukan tidak boleh keluar seputaran lapangan gombong…luas sekali medannya banyak sekali rambatan…tanaman tidak terawat…tak ada jalan setapak untuk melaluinya…tim sembunyi membuat jalan sendri untuk mendapatkan tempat persembunyian yang tidak mudah ditemukan….selepas hitungan 50 (masing2 anak tim pencari menghitung sampai 10)…tim pencari siap mencari dan memburu dimanakah tim sembunyi bersembunyi…masih ingat sekali pada saat itu aku hanya berbekal sekotak korek api….dengan mengucapkan kata kunci “Kuuuuul” dengan suara kencang sekali mengharapkan jawaban dari tim sembunyi…terdengar sayup suara balasan “Tuk”…sangat pendek sekali dan terdengan di berbagai penjuru medan pencarian dan terasa membelah kesunyian malam…weeeh…serem banget…kalo disadari sekarang aku sebagai orang dewasa…sangat pemberani sekali anak umur 8thn udah berani menjelajah medan dan bercengkerama dengan pekatnya malam ditemani berisik hewan malam…benar benar nyali yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permainan ini…menyusuri semak rambatan…berduri dan bikin gatal…dan tak mudah menemukan tim sembunyi…ada yang sengaja naik keatas pohon waru…ada yang tengkurap di empang kering…bahkan ada yang menyatu dengan rambatan…byuuuhhh….butuh kesabaran dan keberanian ekstra…sangat banyak sekali keganjilan keganjilan yang ditemui oleh tim pencari…pernah terjadi ketika kami melempar kata “Kuuuul” terdengan balasan disudut gedung tak terpakai…jawaban kecil ringan “Tuk”…lah anehnya kok suara perempuan…padahal ndak ngajak temen perempuan main ini…jadi beribu ribu pikiran negatif di benak kami…namanya anak kecil dan saat itu juga kami sangat penasaran…kami datangi tempat tersebut dan berharap ditemukannya salah satu tim sembunyi….setelah mendapati lokasi suara berasal…sangat tidak masuk akal sekali bagi kami anak kecil…tidak ditemukan sosok manusia…cuman ada suara “Tuk” yang semakin jelas dan kami yakin suaranya ada didepan kami…sempat sekejap merinding…tapi misi kami mencari tim sembunyi harus diselesaikan….kami acuhkan suara di sudut gedung yang tidak terpakai tersebut kami lanjutkan pencarian…dasar otak anak anak emang maunya cuman bermain dan segera menyelesaikan permaianan tanpa ada sedikitpun pikiran negative yang menjelma lama dipikiran…disini tidak ada cari ketempat lainya….cuman itu yang bisa aku ucapkan…tanpa ada kata menyerah sampai benar benar ketemu tim sembunyi…menggunakan semua kemampuan panca indra membelah pekatnya malam…dan selalu berpikiran positif bahwa pasti tim sembunyi akan ditemukan…

Iklan

4 tanggapan untuk “"Kul Tuk"…Butuh Nyali…

  1. atut kang… Ati2…
    Masa kecil emang indah kang… Antara menjadi boca bengal… Bin mbeling… Gak takut apapun… Tapi lek wis kejentok baru keroso… Pengalaman masa kecil…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s